Jokowi Diminta Mundur Seperti Sandi, Farhat Abbas: Dia Buat Pencitraan Padahal Tidak Punya Kemampuan Jokowi Diminta Mundur

Foto: Tribunnews.com

Para ibu rumah tangga atau Barisan Emak-emak Militan (BEM) menggelar unjuk rasa di depan KPU RI pada Senin (3/9/2018).

Mereka meminta Jokowi mengikuti jejak Sandiaga Uno yang mundur dari jabatan pemerintahan.

Emak-emak tersebut ingin Jokowi ikuti jejak Sandiaga Uno yang mundur sebagai Wakil Gubernur Jakarta.

Terkait hal itu, pengacara Farhat Abbaskomentari soal Presiden Jokowi yang dituntut mundur.

Melalui akun Instagramnya @farhatabbastv226 yang diunggah pada Selasa (4/9/2018), Farhat Abbasmengunggah video yang menerangkan Sandiaga mundur dan melarang Jokowi untuk mundur.

Dalam caption unggahannya, ia berpendapat bahwa Sandi lari dari tanggung jawab.

"Mundur jadi Wagub DKI, sandiaga Uno bukan bertanggungjawab tapi melainkan lari dari tanggung jawab," tulisnya.

Video berdurasi 60 detik tersebut mendukung Jokowi untuk tetap maju dan harus menyelesaikan lima tahun masa jabatannya.

"Assalamualaikum wr wb, Farhat Abbasberbicara,

Pak Jokowi tidak perlu mundur jadi presiden untuk capres 2019, karena dia harus menyelesaikan 5 tahun masa jabatan tersebut penuh.

Berbeda dengan Sandiaga Uno yang cuma wakil gubernur DKI tapi baru setahun mundur dan maju sebagai cawapres,

karena posisi wakil gubernur tidak ada kewenangan, temen-temen minta tolong juga dia tidak bisa membantu, beda dengan pengusaha,

jadi dia lebih baik berpikir membuat suatu pencitraan mundur, padahal memang tidak punya kemampuan dan tanggung jawab, lari dari kenyataan.

Telah dipilih oleh warga malah meninggalkan jabatan tersebut.

Demikian pendapat saya, salam dua periode buat Pak Jokowi. Lanjutkan. Sukses Asian Games. Terimakasih," ujar Farhat Abbas. []

Related Posts:

0 Response to "Jokowi Diminta Mundur Seperti Sandi, Farhat Abbas: Dia Buat Pencitraan Padahal Tidak Punya Kemampuan Jokowi Diminta Mundur"

Post a Comment